'Apakah kau percaya dengan cinta?'
'Ya.'
'Kenapa?'
'Bukankah fakta akan adanya cinta lebih menyenangkan daripada tidak.'
Cukup lama kuasakan bahwa cinta adalah hal yang menggelikan. Merasakan perasaan yang begitu dalam pada seorang yang tanpa hubungan darah. Perasaan yang melambangkan berjuta rasa lainnya. Perasaan yang membuat terus kembali padanya. Membuat dada sesak akan rasa rindu untuk hanya sekedar mendapat pesan singkta 'ehem' darinya. Perasaan yang terkadang menjengkelkan namun menghanyutkan di sisi lainnya.
Kemarahan yang indah karenanya. Penantian yang menyenangkan. Peduli yang menyebalkan. Keramahan yang menyebalkan. Segalanya entah kenapa berbeda tak pernah sama. Tak pernah seperti dulu.
Dipilih Dipilih..
Pelajaran Kehidupan
(13)
Beneran Curhat . . .
(9)
Kajol
(6)
Lagi Waras
(5)
Dongeng
(4)
KuliahKuliah
(4)
JalanJalan
(2)
Negeriku
(2)
Newsflash
(2)
Romusa
(2)
Senin, 02 Desember 2013
Minggu, 24 November 2013
Ironi Sang Nyamuk (Part 4)
Sebelumnya
Mereka bersenang-senang tanpa ada yang tahu bahwa disisi lain ada yang merasa kehilangan sesuatu...
Bersenang-senanglah seadanya...
Ketika otak, tangan, pipi, telinga dan seluruh anggota tubuh lainya bergembira dengan liarnya, berpesta dengan angkuhnya, bersenandung dengan tawanya. Mereka tidak menyadari ada seekor binatang kecil bingung akan segala hal yang dilihatnya.
Baru saja ia terkagum akan manuver indah nan angkuh yang diperlihatkan. Baru saja ia berbangga akan jati dirinya sebagai makhluk kecil penghisap darah yang mampu bergerak lincah. Baru saja hatinya bergetar akan tidak sabar ingin turun ke medan pertempuran seperti yang dilihatnya. Baru saja. Semuanya baru saja terjadi. Baru saja ketika...
Label:
Dongeng


