Senin, 09 Desember 2013

Back To Reality.

Tuhan memberikan apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan.

Terbelenggu dalam fatamorgana nafsu. Ya. Menyesakkan memang.
Terbuai dengan hasrat ingin memiliki apa yang diinginkan tanpa tahu semuanya hanya kenikmatan semu. Indah terasa memiliki apa yang diinginkan. Mengorbankan apapun untuk memilikinya hingga menggadaikan kodrat pribadi. Ambisi untuk memilikinya.

Tanpa disadari buaian nafsu perlahan menjerumuskan. Menjerumuskan diri dalam kekelaman ambisi tiada dasar. Indah terlihat sesungguhnya perih terasa. Luka yang terus membusuk tanpa di sadari terus menjalar ke segala sisi hingga suatu masa tiada menyisakan. Siksa yang terasa nikmat.

Senin, 02 Desember 2013

Tiga Hal untuk Bertahan

'Apakah kau percaya dengan cinta?'
'Ya.'
'Kenapa?'
'Bukankah fakta akan adanya cinta lebih menyenangkan daripada tidak.'

Cukup lama kuasakan bahwa cinta adalah hal yang menggelikan. Merasakan perasaan yang begitu dalam pada seorang yang tanpa hubungan darah. Perasaan yang melambangkan berjuta rasa lainnya. Perasaan yang membuat terus kembali padanya. Membuat dada sesak akan rasa rindu untuk hanya sekedar mendapat pesan singkta 'ehem' darinya. Perasaan yang terkadang menjengkelkan namun menghanyutkan di sisi lainnya.

Kemarahan yang indah karenanya. Penantian yang menyenangkan. Peduli yang menyebalkan. Keramahan yang menyebalkan. Segalanya entah kenapa berbeda tak pernah sama. Tak pernah seperti dulu.