Sabtu, 30 Juni 2012

Sedikit hadiah buat kakak-ku...

Long time no see... Long time no update... Long time no ugrade..
Yup it's been along long long time to go...
Gak tau knapa tapi kayaknya ni blog udah lama gak berpunghuni, untung aja gak di isi makhluk-makhluk aneh penghuni alam sana yang menyebabkan blog ku jadi angker. Tapi kalo emang iya blog itu kayak ruangan uda ada sarang laba-laba di mana-mana, udah serem juga buat didatangi... Gimana enggak, udah ampir lebih 4bulan aku gak ngutak-ngatik ni blog. Minimal di sapu lah #buatpostingbaru. Tapi blass gak ada di apa-apain sama sekala. Andaikan blog bisa ngomong dan kita udah nikah, mungkin udah minta cerai dia. Yaaa wajar sih udah 4bulan gak kuberi nafkah lahiriah dan batiniah =,=
Tapi yang lalu biarlah berlalu.....
Anggap aja kehidupanku masa itu gak terlalu indah buat dibagi bersama.
Mungkin juga aku terlalu terlena dengan kehidupan yang sedang dijalani jadi lupa kalau aku punya sesuatu yang harus diurusi #emangngurusianak ==a
Yaudah cukup sudah mu'qadimahnya.. Dilanjutkan dengan pokok permasalahn buat postingan kali ini ..

Dan... Topik utama postingan kali ini adalah.... jreng...jreng.....
Aku lupa #doeng
'Kok bisa?' tanya seseorag yang sedang tidak ada kerjaan baca blogku sebut saja dia mawar
'Lha mboh.. manusia...."
#hening #antiklimaks

Yaudah kalo gitu topiknya kuganti aja yaa...

Kamis, 12 April 2012

Tribute for my beloved brother

Abangku pernah ada yang ngomong gini
"In, orang biasa itu punya 3 pilihan dalam hidupnya. Jadi orang sukses, orang gagal, dan orang biasa. Tapi buat anak yang besar di keluarga broken home itu pilihan terakhir hilang. Pilihan yang tersisa buat dia itu cuma jadi orang sukses atau orang gagal. Tinggal itu pilihan kita."
"Tapi sakit bang... Dan buat yang ini, sakitnya beda"
"Samanya itu... Sama-sama sakit mau gimanapun ceritanya"
#hening
"Tinggal dipilih aja mau yang mana....."

Percaya atau tidak pernah ada masa-masa ingin kuakhiri hidupku di dunia ini. Atau masa-masa ketika aku menyerah dengan hidupku. Tapi kata-katanya diataslah yang membuatku berani untuk menantang diriku sendri untuk dapat kembali berjuang demi hidupku sendiri.

Dan dia sudah terlebih dahulu memilih pilihan pertama dengan kebaikan dan segala prestasi yang dicapainya. Walaupun cara untuk meyakinkan mata orang-orang yang tidak pernah percaya padanya dengan kembalinya Beliau ke sisi sang pencipta.
Sebernya bukan masalah baginya apabila masih banyak mata-mata yang masih memandang sebelah mata akan prestasi yang diperolehnya. Karena mungkin dalam dirinya dia percaya bahwa didunia ini tidak ada hal yang lebih tidak penting daripada memikirkan pandangan maupun ucapan orang-orang.

Bukankah sekrang bukan lagi waktu ku untuk terkurung terus dalam sangkar kesedihan yang tanpa kusadari dibangun oleh diriku sendiri.
Namun sekarang adalah waktu bagiku untuk dapat membuktikan bahwa aku memang adik yang pantas baginya, walaupun tidak mudah namun aku akan berusaha untuk menjadi seperti dirinya.
Disayangi oleh semua orang.


cc : Bang Budi